Minggu, 12 Oktober 2008

Es Campur

Bahan:

200 gram tepung sagu
3 tetes perwarna merah
10 buah bangkuang, potong dadu ½ cm
1 liter air untuk merebus
1 bungkus (7gram) agar-agar bubuk warna hijau
2 lembar daun jeruk
500 ml air
500 gram daging buah kelapa muda, keruk kasar
100 ml sirop grenadin
250 ml santan kental, dari ½ butir kelapa parut, panaskan
es batu serut

Cara Membuat:

Aduk tepung maizena dan pewarna merah hingga rata. Lumuri water chestnut dengan tepung maizena berwarna merah hingga rata.
Didihkan air, rebus bangkuang hingga matang dan mengapung. Angkat, rendam dalam air dingin matang. Sisihkan.
Aduk agar-agar bubuk, daun jeruk, dan air. Didihkan hingga agar-agar larut. Angkat, tuang ke dalam volume 500 ml yang sudah dibasahi air. Biarkan membeku.
Potong agar-agar hijau beku bentuk dadu 1 cm. Sisihkan.
Dalam mangkok-mangkok saji, taruh 2 sdm bangkuang, 2 sdm agar-agar hijau, 2 sdm kelapa muda, 1 sdm sirop grenadin, 50 ml santan. Beri es serut. Sajikan.
Sirop grenadin adalah sirop yang dibuat dari buah delima. Aromanya yang khas dan bewarna merah. Dijual dalam kemasan botolan.

Untuk 5 mangkuk.

Resep Sirsak Jahe

Bahan:

50 gr jahe parut
100 gr gula
150 cc air
600 cc sari buah sirsak siap pakai
300 cc sari buah leci siap pakai
2 buah jeruk lemon, ambil airnya
es batu secukupnya
Cara Membuat:

Masak gula, air, jahe hingga mendidih, lalu saring
Campurkan sari buah sirsak, sari buah leci, air jeruk lemon, dan rebusan air gula yang telah dingin, lalu diaduk hingga rata
Bila cuaca memungkinkan atau siang hari, dapat disajikan bersama dengan es batu
Untuk 6 gelas

Bahan Membuat Sekoteng

Bahan:

100 gram biji delima (pacar cina)
200 gram kacang tanah, rebus lalu buang kulit arinya
100 gram kacang hijau, direbus
1000 cc air
100 gram gula pasir
1 ruas jari jahe
5 lembar roti tawar, iris kecil seperti dadu
Cara Membuat:

Rebus biji delima atau pacar cina hingga lunak, angkat dan tiriskan.
Campur air, gula dan jahe. Masak sampai mendidih. Angkat, saring bersih.
Hidangkan sekoteng dalam mangkok. Beri 2 sdm biji delima, 2 sdm kacang tanah dan hijau, serta potongan roti. Lalu siram dengan air jahe/wedang jahe yang telah dimasak.
Untuk 5-6 mangkok.

Bagaimana Bawang Putih Melawan Kanker?

Dalam masyarakat modern bawang putih (Allium sativum) dipercaya dapat mencegah serangan jantung, penggumpalan darah, menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, kadar gula darah, mengurangi tukak lambung, penawar racun, pembunuh bakteri/jamur/parasit, pengikat radikal bebas, dan banyak lagi yang lain. Benarkah bumbu masakan sehari-hari ini dapat menyembuhkan kanker juga?

Berbagai studi memang menunjukkan kemampuan bawang putih dalam mencegah dan mengobati kanker, terutama yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia berbahaya, seperti kanker prostat, perut, kolorektal (usus dan dubur), payudara, liver, kulit, dan paru-paru.

Zat-zat aktif dalam bawang putih antara lain vitamin A, B, C, kalsium, potasium, besi, karoten, dan selenium. Yang paling dominan dalam memerangi kanker adalah komponen allyl sulfur seperti diallyl sulfide, diallyl disulfide, diallyl trisulfide, S-allyl cysteine, S-allylmercaptocysteine, allicin, dan ajoene. Zat-zat tersebut mencegah pembentukan dan pengaktifan nitrosamin di dalam tubuh, juga memblokir aflatoxin, azoxymethane, benzo(a)pyrene, dan lain-lain, yang kesemuanya merupakan zat karsinogen (pemicu kanker).

Pada tahap berikutnya komponen-komponen tersebut dapat mencegah mutasi gen, menghambat proliferasi (pertumbuhan/pembelahan) sel-sel kanker, memperbaiki struktur DNA yang rusak, bahkan merangsang sel kanker untuk bunuh diri (apoptosis).

Di sisi lain bawang putih juga berperan sebagai antioksidan, mengeluarkan racun dari dalam tubuh, dan membunuh kuman Helicobacter pylori yang dapat memicu berbagai macam kanker perut.
Cara Mengkonsumsi

Sudah tentu kerja zat-zat aktif bawang putih itu tergantung pada banyak hal, misalnya tanah di mana bawang putih itu tumbuh (berpengaruh pada kadar zat-zat aktif bawang putih), komposisi zat makanan lain yang dikonsumsi bersamaan dengannya, juga cara mempersiapkan dan mengkonsumsi bawang putih itu sendiri. Kombinasi dengan selenium, asam lemak tertentu (misal asam linoleat), dan vitamin A, dapat meningkatkan kemampuan bawang putih untuk menghambat proliferasi dan meningkatkan apoptosis.

Tetapi perlu disadari bahwa proses pengolahan bawang putih dapat mematikan daya kerja zat-zat antikanker itu. Satu menit saja diproses dalam microwave, hilanglah khasiat bawang putih sebagai antikanker. Begitu juga kalau dipanaskan dalam proses pemasakan lain. Jadi bagaimana? Haruskah bawang putih itu ditelan mentah-mentah?

Ternyata sederhana saja. Hancurkan bawang putih (digeprak, diiris tipis, atau diuleg) kemudian biarkan selama 15 menit sebelum dimasak (digunakan sebagai bumbu masak). Dalam waktu 15 menit itu terjadi reaksi kimia yang mengaktifkan zat-zat antikanker golongan allyl sulfur di atas, yang tidak rusak walau dimasak. Tetapi kalau setelah dihancurkan langsung dimasak, reaksi kimia itu tidak terjadi, otomatis khasiat antikankernya hilang.

Kalau mau, bawang putih juga boleh dikonsumsi mentah. Tapi tetap saja harus dihancurkan dulu dan dibiarkan selama 15 menit. Lalu bagaimana kalau bawang akan disajikan utuh, misalnya dalam acar? Cukup kupas kemudian potong sedikit ujung-ujungnya. Lumayan, masih memiliki khasiat antikanker walau tidak sebagus kalau dihancurkan.
Potensi Bahaya

Mudah sekali bukan, menggunakan bawang putih untuk pencegahan dan pengobatan kanker? Harganya murah dan mudah didapat pula. Tetapi waspadalah, bukan berarti bawang putih boleh dikonsumsi sembarangan. Jangan mengira bahwa semakin banyak mengkonsumsi bawang putih semakin baik hasilnya.

Dosis yang disarankan untuk konsumsi bawang putih adalah 4-5 gram bawang putih segar/hari (kira-kira 1-2 siung). Kalau terlalu banyak, selain menimbulkan bau tidak sedap pada nafas dan kulit, kadang menimbulkan alergi, gangguan pencernaan (muntah, diare, iritasi, produksi gas berlebihan), asma bronkial, dermatitis, mengurangi kadar protein dan kalsium dalam darah, juga mengurangi produksi sperma.

Terlalu banyak bawang putih meningkatkan resiko perdarahan karena kemampuannya dalam mencegah pembekuan darah. Karena itu pada penderita yang hendak atau baru saja menjalani pembedahan, konsumsi bawang putih sebaiknya dibatasi.

Bawang putih juga meningkatkan kerja enzim-enzim dalam hati untuk membuang racun dari dalam tubuh. Pada orang sehat kemampuan ini sangat bermanfaat, tetapi hati-hatilah, dia juga bisa membuang obat-obat yang Anda telan dan obat-obat kemoterapi . Pengobatan Anda menjadi sia-sia, bukan? Karena itu, kalau Anda ingin menambah konsumsi bawang putih atau menggunakan produk suplemennya, konsultasilah dulu dengan dokter.

Catatan:
Bawang merah dan bawang bombay juga memiliki manfaat antikanker, jadi perlakukanlah sama dengan bawang putih dalam proses memasaknya.

JANGAN TAKUT!!

Walaupun dalam kehidupan kita sekarang ini tampaknya segala sesuatu dapat menyebabkan kanker, kita tidak perlu terlalu takut. Kanker tidaklah semudah itu menyerang kita. Tidak semua hal menyebabkan kanker. Juga, kanker tidak menular. Jika kita memiliki satu atau beberapa faktor resiko kanker, bukan berarti kita pasti menderita kanker. Memang beberapa orang lebih sensitif terkena kanker dibanding yang lain. Tetapi itu pun belum tentu! Jadi tidak usah takutlah, apalagi sampai stres. Kalau kita stres, justru stres itulah yang membuat kondisi kita buruk, dan memudahkan datangnya penyakit.

Human Papilloma Virus, Penyebab Kanker Leher Rahim

Kanker leher rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak pengidapnya di Indonesia. Bahkan, Indonesia merupakan negara kedua di dunia –setelah Cina– yang memiliki pengidap kanker leher rahim terbanyak. Padahal kanker yang sering disebut kanker mulut rahim ini termasuk kanker yang mudah dideteksi secara dini dan bisa dicegah/diobati sebelum berkembang lebih lanjut.

Hampir semua (99%) kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV). Infeksi human papilloma virus adalah sesuatu yang sangat mudah terjadi. Diperkirakan tiga per empat dari jumlah orang yang pernah melakukan hubungan seks, laki-laki maupun perempuan, mengalaminya.

Tidak beda dengan flu, kebanyakan infeksi HPV dapat sembuh sendiri, sehingga penderita tidak pernah menyadarinya. Hanya sebagian kecil infeksi HPV yang menjadi infeksi menahun, kemudian berkembang menjadi kanker.

Kutil
Anda pernah melihat kutil kan? Bintil-bintil di kulit yang bentuknya menggelembung seperti bunga kol? Itu salah satu “jejak” serangan human papilloma virus (papilloma = bintil/kutil). Virus human papilloma jenisnya lebih dari 100 macam, yang masing-masing diberi nomor untuk membedakan jenis satu dengan jenis lainnya. 60 jenis di antaranya menyebabkan kutil-kutil kulit yang tidak berbahaya. Sisanya merupakan HPV tipe mukosal, yaitu hanya menyerang selaput-selaput lendir seperti yang terdapat pada mulut, kerongkongan, ujung penis, vagina, leher rahim, dan dubur. Tipe mukosal disebut juga HPV genital, karena yang paling sering diserang adalah area kelamin. Ada yang menimbulkan kutil di vagina atau penis, yang lazim disebut dengan penyakit “jengger ayam”, yaitu HPV tipe 6 dan 11, tetapi ini tidak akan menjadi kanker.

Yang dapat menyebabkan kanker adalah HPV genital tipe 16, 18, 31, 35, 39, 45, 51, 52, dan 58. Lebih dari 70% kanker leher rahim disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Selain menyebabkan kanker leher rahim, HPV juga dapat menyebabkan kanker anus, vagina, vulva, penis, bahkan kanker kerongkongan.

Virus ini menular terutama melalui hubungan seks, termasuk anal sex, oral sex, dan hand sex. Sebagian besar di antaranya terinfeksi pada umur 15-30 tahun, yakni dalam kurun waktu empat tahun setelah melakukan hubungan seks yang pertama. Orang yang terinfeksi HPV genital biasanya tidak tahu dia terinfeksi, karena infeksi ini tidak menimbulkan gejala sama sekali (kecuali yang menimbulkan “jengger ayam”), dan sistem kekebalan tubuh segera menyerang supaya virus ini mati atau lemah –sehingga tidak aktif.

Sampai sekarang infeksi human papilloma virus belum dapat diobati, tetapi sistem pertahanan tubuh yang baik dapat menyembuhkan 90% di antaranya dalam waktu 2 tahun. Sisanya tetap aktif, atau ada tetapi tidak aktif. Virus yang tidak aktif ini masih dapat menular ke orang lain, sewaktu-waktu aktif lagi (kalau daya tahan tubuh menurun), atau mengubah sel leher rahim menjadi sel pra kanker, yang bertahun-tahun kemudian dapat menjadi kanker.

Vaksinasi
Cara terbaik untuk mencegah infeksi human papilloma virus (juga untuk mencegah serangan segala macam virus lainnya) adalah dengan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan bugar dengan pola hidup seimbang: cegah stres, hindari polusi, konsumsi makanan bergizi dan seimbang, cukup olahraga, cukup istirahat. Klasik ya? Tapi memang itulah yang terbaik.

Infeksi HPV juga dapat dicegah dengan vaksinasi, dan akibat yang ditimbulkannya (kutil, lesi pra kanker, maupun kanker stadium dini) dapat mudah dideteksi dan diobati. Vaksin yang tiga kali disuntikkan di lengan ini mampu melindungi kita dari empat tipe HPV penyebab kanker dan “jengger ayam”, yaitu tipe 6, 11, 16, dan 18, selama empat tahun. Sebaiknya vaksinasi diberikan kepada para gadis yang belum pernah melakukan aktivitas seksual. Orang yang sudah pernah melakukan aktivitas seksual kemungkinan besar sudah pernah terinfeksi HPV. Jika yang menginfeksinya bukan virus tipe 6, 11, 16, dan 18, maka vaksinasi ini masih ada gunanya.

Walaupun sudah menjalani vaksinasi, wanita yang sudah melakukan aktivitas seksual seyogyanya melakukan pemeriksaan pap smear berkala secara rutin. Pemeriksaan ini mudah, murah, dan efektif untuk mendeteksi adanya sel abnormal akibat HPV, misalnya lesi pra kanker maupun kanker stadium dini. Kanker leher rahim yang ditemukan pada stadium dini lebih mudah disembuhkan.

Periksa Payudara Sendiri, Yuk!

Jumlah penderita kanker payudara di Indonesia menempati urutan kedua setelah kanker leher rahim. Penderitanya pun ada yang baru berusia 18 tahun. Padahal di negara-negara lain, Eropa atau Amerika misalnya, jumlah penderita kanker payudara tidak begitu banyak dibanding dengan jumlah penderita kanker jenis lain. Mengapa demikian?

Hal ini disebabkan di negara-negara tersebut kesadaran untuk melakukan deteksi dini sudah berkembang baik. Kebanyakan kanker payudara ditemukan pada stadium awal, sehingga segera dapat diobati dan disembuhkan. Sedang di negara kita, kebanyakan kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut, ketika penyembuhan sudah sulit dilakukan.

Padahal, mendeteksi kanker payudara stadium dini sangat mudah, dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Cukup beberapa menit, sebulan sekali, dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari/Sarari).

Memang, tidak ada wanita yang ingin melakukan Sadari/Sarari. Karena bisa jadi muncul bayangan menakutkan: “bagaimana kalau saya benar-benar menemukan benjolan?”. Atau mungkin menemukan “sesuatu” yang tidak dimengerti apa maknanya.

Tetapi, semakin sering Anda memeriksa payudara Anda, Anda akan semakin mengenalnya, dan semakin mudah menemukan sesuatu yang tidak beres –jika ada. Bagaimanapun Sadari/Sarari adalah bagian penting dari perawatan kesehatan, yang dapat melindungi Anda dari resiko kanker payudara.


Pemeriksaan payudara sendiri
Payudara memiliki bagian-bagian (lingkungan) yang kalau diraba terasa berbeda-beda. Sisi atas agak ke samping (dekat ketiak) cenderung terasa bergumpal-gumpal besar. Payudara bagian bawah terasa seperti hamparan pasir atau kerikil. Sedang bagian di bawah puting susu terasa seperti sekumpulan biji-bijian yang besar. Kadang ada juga gumpalan yang menyerupai sebuah mangkuk. Kondisi ini bisa berbeda pada tiap wanita.

Pada tahap awal, akan cukup membantu jika Anda membuat “peta lingkungan payudara”, untuk dibandingkan pada pemeriksaan dari bulan ke bulan.

Yang terpenting adalah rasakan bagaimana kondisi payudara Anda sendiri. Adakah sesuatu yang terasa berbeda dibanding lingkungan sekitarnya? Misal, di area “gumpalan besar” terasa ada benjolan kecil sebesar kacang hijau? Atau di area “hamparan pasir” terasa ada “kerikil” yang agak besar? Atau adakah perubahan kondisi payudara dibanding pemeriksaan sebelumnya? Itu semua bisa dideteksi dengan memeriksa payudara sendiri.

Sulitkah melakukan Sadari/Sarari itu? Sama sekali tidak. Sebaiknya dilakukan seminggu sesudah menstruasi, ketika kondisi payudara lunak dan longgar, sehingga memudahkan perabaan. Untuk wanita yang sudah mengalami menopause boleh dilakukan kapan saja, asal rutin setiap bulan.

Akan lebih baik jika disiapkan buku catatan khusus untuk mencatat hasil pemeriksaan Anda, juga kondisi dan perubahan payudara Anda dari waktu ke waktu. Bila perlu lengkapi dengan gambar ilustrasi untuk memperjelas lokasi kelainan yang ditemukan.

Pemeriksaan lengkap payudara sendiri dibagi atas beberapa tahap:

1. Melihat
Tanggalkan seluruh pakaian bagian atas. Berdirilah di depan cermin dengan kedua lengan tergantung lepas, di dalam ruangan yang terang. Perhatikan payudara Anda:
Apakah bentuk dan ukurannya kanan dan kiri simetris?
Apakah bentuknya membesar/mengeras?
Apakah arah putingnya lurus ke depan? Atau berubah arah?
Apakah putingnya tertarik ke dalam?
Apakah puting/kulitnya ada yang lecet?
Apakah kulitnya tampak kemerahan? Kebiruan? Kehitaman?
Apakah kulitnya tampak menebal dengan pori-pori melebar (seperti kulit jeruk)?
Apakah permukaan kulitnya mulus, tidak tampak adanya kerutan/cekungan?

Ulangi semua pengamatan di atas dengan posisi kedua tangan lurus ke atas. Setelah selesai, ulangi lagi pengamatan dengan kedua tangan di pinggang, dada dibusungkan, kedua siku ditarik ke belakang. Semua pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui adanya tumor yang terletak dekat dengan kulit.

2. Memijat
Dengan kedua belah tangan, secara lembut pijat payudara dari tepi hingga ke puting, untuk untuk mengetahui ada-tidaknya cairan yang keluar dari puting susu (seharusnya tidak ada, kecuali Anda sedang menyusui).

3. Meraba
Sekarang berbaringlah di atas tempat tidur untuk memeriksa payudara satu demi satu. Untuk memeriksa payudara kiri, letakkan sebuah bantal tipis di bawah bahu kiri, sedang lengan kiri direntangkan ke atas di samping kepala atau diletakkan di bawah kepala.

Gunakan keempat jari tangan kanan yang saling dirapatkan untuk meraba payudara. Rabaan dilakukan dengan gerakan memutar (seperti membuat lingkaran kecil-kecil), mulai dari tepi payudara hingga ke puting susu. Sesudah itu geser posisi jari sedikit ke sebelahnya, dan lakukan lagi gerakan memutar dari tepi payudara sampai puting susu. Lakukan terus secara berurutan sampai seluruh bagian payudara diperiksa. Untuk memudahkan gerakan, Anda boleh menggunakan lotion atau sabun sebagai pelicin.

Gerakan memutar boleh juga dilakukan mulai dari puting susu, melingkar semakin lebar ke arah tepi payudara; atau secara vertikal ke atas dan kebawah mulai dari tepi paling kiri hingga ke tepi paling kanan. Yang penting, seluruh area payudara harus tuntas teraba, tak ada yang terlewatkan.

Perlu diperhatikan bahwa masing-masing gerakan memutar harus dilakukan dengan kekuatan tekanan yang berbeda-beda, setidaknya dengan tiga macam tekanan. Pertama-tama dilakukan dengan tekanan ringan untuk meraba adanya benjolan di dekat permukaan kulit, yang kedua dengan tekanan sedang untuk meraba adanya benjolan di tengah-tengah jaringan payudara, yang ketiga dengan tekanan cukup kuat untuk merasakan adanya benjolan di dasar payudara, dekat dengan tulang dada/iga.

Setelah selesai dengan payudara kiri, pindah posisi bantal dan lengan, lakukan pemeriksaan pada payudara kanan dengan menggunakan keempat jari tangan kiri.

Kemudian ulangi perabaan seperti poin 3, tetapi dalam posisi berdiri. Untuk memudahkan, bisa dilakukan sambil mandi, saat membalur tubuh dengan sabun.

4. Meraba Ketiak
Setelah itu raba ketiak dan area di sekitar payudara untuk mengetahui adanya benjolan yang diduga suatu anak sebar kanker.

Bila dalam pemeriksaan payudara sendiri ini Anda menemukan suatu kelainan (misal benjolan, sekecil apa pun), segera periksakan ke dokter. Jangan takut dan jangan tunda lagi. Karena kanker payudara yang ditemukan pada tahap dini dan ditangani secara benar dapat sembuh secara tuntas!

TURUNKAN BERAT BADAN SESUAI GOLONGAN DARAH

Tentunya cara diet yang aman dan sehat serta tidak menyiksa diri disesuaikan dengan jenis golongan darah kita. Kenapa mesti menyesuaikan jenis golongan darah tertentu? Seperti A, B, AB, dan O? Hal ini dikarenakan ada beberapa jenis bahan pangan yang bisa berdampak positif maupun negatif bagi golongan darah tertentu. Itu sebabnya mengapa begitu banyak orang gagal menurunkan berat badan, karena ia hobi mengkonsumsi jenis makanan tertentu yang tidak tepat dengan golongan darahnya.

Menurut ahli gizi, Dr. Suririnah, makanan yang kita konsumsi akan diterima tubuh dengan reaksi yang berbeda-beda sesuai dengan golongan darah masing-masing. Secara genetis, protein pada makanan misalnya, akan diterima atau sebaliknya, menyerang organ tertentu dansistem tubuh yang akhirnya menyebabkan terjadinya penggumpalan darah. Karena itu diet yang tidak sesuai dengan golonga darah pasti akan mengganggu aktivitas sel-sel dan fungsi organ tubuh. Dari hasil riset menyebutkan bahwa terdapat 3 efek kelompok makanan bagi tubuh: bermanfaat, netral dan merugikan. Kelompok bermanfaat dapat menjadi obat, sedangkan kelompok netral mengandung gizi yang bermanfaat untuk keseimbangan dan kelompok makanan merugikan (yang harus dijauhi) dapat beraksi menjadi racun.

Jenis makanan apa saja yang bermanfaat, berikut ini paparannya:

a. Susu
Gol darah A : keju, keju kedelai, susu kedelai
Gol darah B : yoghurt, kefir, susu kambing, rice milk
Gol darah AB : yoghurt, kefir, susu kambing, rice milk, keju
Gol darah O : rice milk

b. Ikan
Gol darah A : mackerel, salmon, sardine, kakap, ikan mas, gurame, patin, gabus, lele, tuna
Gol darah B : sarden, mackerel, telur ikan, gabus, patin, lele, cumi, salmon, tuna
Gol darah AB : gindara, mackerel, lele, patin, gabus, sardine, tuna, salmon, telur ikan, cumi
Gol darah O : udang, tuna, tiram, lobster, cumi, kerang, belut, ikan mas, lele, gurame, gabus

c. Daging
Gol darah A : daging sapi, hati, jantung sapi
Gol darah B : daging kambing, domba, kalkun, kerbau
Gol darah AB : daging kambing, kelinci, sapi, domba, kalkun, hati, burung puyuh
Gol darah O : daging sapi, domba, kerbau, kambing, ayam, kalkun, bebek, kelinci, burung puyuh

d. Buah-buahan
Gol darah A : blackberry, ceri, nanas, lemon, anggur, alpukat, belimbing, melon, apel, kismis, stoberi, peach, jambu, semangka
Gol darah B : pisang, pepaya, anggur, nanas, kelapa, belimbing
Gol darah AB : ceri, anggur hijau, nanas, pepaya, stoberi, lemon, melon, kismis, pir, aprikot, kurma
Gol darah O : nanas, anggur, aprikot, kiwi, pepaya, belimbing, jambu, mangga, pisang, anggur merah, pir

e. Sayuran
Gol darah A : kedelai dan produk olahannya, brokoli, bayam, kangkung, daun singkong, peterseli, bawang merah, putih dan bombai, wortel, labu kuning, kembang kol, tomat
Gol darah B : jahe, kentang, minyak zaitun, brokoli, kacang merah, wortel, kubis, peterseli, lobak, bayam, kangkung, jamur terutama jamur merang dan tiram
Gol darah AB : kacang, kedelai, brokoli, seledri, kembang kol, mentimun, wortel, kubis, bawang bombai, jahe, jamur merang, kentang, bayam, rebung
Gol darah O : kedelai, brokoli, bayam, kangkung, daun singkong, kailan, bawang merah, umbi-umbian, lobak, wortel, rebung, kenari, asparagus

Sedangkan jenis makanan yang harus dihindari adalah sebagai berikut.

a. Daging
Gol darah A : kambing, kerbau, kelinci, bebek, angsa
Gol darah B : ayam, burung puyuh, bebek, angsa
Gol darah AB : kerbau, bebek, ayam, burung puyuh, angsa
Gol darah O : angsa

b. Ikan
Gol darah A : telur ikan, udang, kerang, lobster, cumi, gurita
Gol darah B : udang, gurita, kerang
Gol darah AB : kerang, lobster, udang
Gol darah O : telur ikan, gurita

c. Buah-buahan
Gol darah A : pisang, jeruk, mangga, kelapa, pepaya
Gol darah B : kelapa, kesemek
Gol darah AB : alpukat, kelapa, jambu, jeruk, pisang, belimbing dan mangga
Gol darah O : alpukat, kelapa dan produk olahannya

d. Sayuran
Gol darah A : kentang, jinten, kol, cabai, kacang merah, acar
Gol darah B : minyak jinten, minyak jagung, tomat, labu
Gol darah AB : minyak jinten, kuaci, sereal, jagung, kacang merah
Gol darah O : kentang, kubis, kembang kol, jamur, jagung

e. Minuman
Gol darah A : soda, sus murni, susu krim, teh hitam, ice cream
Gol darah B : soda
Gol darah AB : susus full cream, soda, teh hitam
Gol darah O : susu dan semua produk olahannya

Nah, itu tadi dipandang dari jenis makanan dan minuman. Sekarang bagaimana pola diet yang aman bagi tubuh serta karakteristik masing-masing golongan darah? Yuk, kita simak paparan para ahli kesehatan di bawah ini.

1. Tipe Golongan Darah A

Pencernaan cukup sensitif, stres biasanya bisa diatasi lewat meditasi, dianjurkan menjadi vegetarian atau makan tinggi karbohidrat rendah lemak, sistem kekebalan tubuh tidak sekuat tipe golongan darah O.

2. Tipe Golongan Darah B

Sangat cocok dengan asupan produk susu, dianjurkan menjalani latihan gerak seperti renang dan jalan kaki. Disarankan diet dengan berbagai variasi dari semua tipe golongan darah, termasuk mengkonsumsi daging dengan porsi terbatas. Bila makanan yang diasup tidak sesuai golongan darah dapat beresiko terkena virus yang menyerang sistem saraf sangat tinggi. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat dan paling seimbang. Bila stres, sangat cocok melakukan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas.

3. Tipe Golongan Darah AB

Memiliki pencernaan sensitif. Bentuk gabungan dari tipe golongan darah A dan B. Stres biasanya diatasi dengan kegiatan spiritual dibarengi aktivitas fisik dan kreativitas. Sitem kekebalan tubuh sangatlah toleran. Paling mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan bentuk diet.

4. Tipe Golongan Darah O

Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat seperti daging, buah, ikan dan sayuran. Tidak cocok bila berdiet dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Stres biasanya diatasi dengan aktifitas fisik seperti olahraga. Memiliki resiko terkena penyakit yang disebabkan oleh radang dan kerusakan organ bila makanan yang diasup tidak sesuai. Sistem kekebalan tubuh berlebihan atau kuat.

Setelah mengetahui paparan di atas, maka tinggal PR buat kita bagi perencana diet untuk mempraktikkan metode di atas dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita cukup mengkombinasikan jenis pangan yang bermanfaat tadi dan tetap dapat makan 3 kali sehari, ditambah kudapan. Tidak susah bukan? Kayaknya aku pikir sih tidak, tapi susahnya kalau di rumah yang kita diami saat ini terdiri dari lebih dari satu jenis golongan darahdan pada pingin diet juga. Berabe deh ngaturnya....

Semoga bermanfaat....