Senin, 08 September 2008

Meditasi Halau Serangan Jantung

Untuk mendapatkan ketenangan pikiran dan batin serta kualitas hidup, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa orang yang bermeditasi kurang lebih 10 menit setiap hari, dapat meningkatkan gelombang alfa, yaitu gelombang yang bisa merilekskan otak, dan mengurangi kegelisahan dan depresi.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa meditasi dilakukan tidak hanya untuk mendapatkan ketenangan pikiran dan batin saja, namun juga menunjukkan keuntungan-keuntungan lainnya.
Dalam pemaparan situs yahoohealth.com meditasi meditasi bisa mengurangi rasa sakit dan menambah sistem imun tubuh. Bahkan meditasi bisa mengurangi resiko serangan jantung hingga 11 persen dan mengurangi resiko stroke hingga 8-15 persen.
Para peneliti di Harvard Medical School menggunakan teknologi MRI pada beberapa partisipan untuk memonitor aktivitas otak ketika mereka bermeditasi. Mereka menemukan bahwa meditasi dapat mengaktifkan bagian dari otak yang menguasai sistem nervous, yang mengatur fungsi di tubuh kita yang tidak bisa kita atur, seperti pencernaan dan tekanan darah. Ini juga merupakan fungsi yang sering berhubungan dengan stres.
Meditasi biasanya dilakukan dengan cara duduk diam, dan memusatkan perhatian pada tarikan nafas. Namun meditasi bisa saja dilakukan sambil berjalan atau berdiri. Itu bukanlah cara yang aneh, karena meditasi yang dilakukan biksu di dataran tinggi Tibet dilakukan dengan berjalan beberapa langkah kemudian berhenti, begitu seterusnya sampai ia mencapai tujuannya.
Meditasi memang merupakan cara yang efektif untuk mengurangi stres, dan mudah untuk dilakukan oleh banyak orang. “Jika seseorang berusaha untuk mengatasi rasa gelisah, ia mungkin akan mendapatkannya setelah meditasi. Dan meditasi benar-benar bisa meningkatkan kesehatan mental karena menimbulkan naiknya tingkat penerimaan diri dan pengetahuan tentang seseorang,” kata Roger Thomson, Ph.D., seorang psikolog di Chicago.
Nah, apakah Anda sudah berfikir untuk mulai melakukan meditasi singkat di sela-sela kesibukan Anda?

Shift Malam Rentan Kanker

Apakah Anda termasuk pekerja yang harus menjalani shift malam? Atau menghabiskan seluruh waktu Anda untuk lembur sampai semalaman? Jika iya, kini waktunya Anda mulai waspada untuk terhindar dari kanker. Pasalnya sebuah riset terbaru yang dirilis akhir tahun lalu menyebutkan bekerja shift malam memberikan peluang pada tubuh untuk memproduksi karsinogen (zat penyebab kanker).
Seperti dikutip dari situs Kapanlagi.com, Bekerja malam tak hanya mengacaukan ritme sirkadian (jam biologis tubuh). Studi yang dilakukan International Agency for Research on Cancer (IARC), divisi kanker dari WHO, menegaskan terjaga di malam hari memicu sel kanker payudara bagi perempuan dan kanker prostat bagi pria. Karena kerja shift malam menjadi faktor karsionen.
Para peneliti menduga kerja malam ini menganggu ritme sirkadian. Selain itu hormon melatonin yang berperan menghambat pertumbuhan tumor, normalnya diproduksi saat malam. Sehingga kurang tidur membuat sistem kekebalan tubuh mudah diserang sel kanker dan tidak memiliki kekuatan untuk menyerang balik.
“Indikasi tersebut positif,” ujar Vincent Cogliano, salah satu anggota IARC bagian unit pengklasifikasian bahan karsionogen. Cogliano juga mengatakan terjadi kenaikan angka penderita kanker pada para pekerja malam, meski pihaknya belum memperhitungkan kemungkinan adanya faktor lain.
Jika memang bekerja shift malam atau rutinitas ronda malam memang benar-benar berbahaya, pasti jutaan orang di dunia akan terkena imbasnya. Para ahli memperkirakan hampir 20 persen dari populasi pekerja di negara berkembang adalah pekerja malam.
Kerja shift juga berhubungan dengan respon tubuh terhadap cahaya. Richard Stevens, guru besar pakar Epidemiologi Kanker dari University of Connecticut health center juga mendukung keseimbangan terang dan gelap sangat diperlukan. Bahkan sebagian pengusaha mengadakan riset warna lampu, hasilnya, warna merah, yang kurang nyaman digunakan saat bekerja, justru paling tak berpengaruh pada produksi hormon melatonin, yang diproduksi saat malam.
Di sini bisa dipahami, mereka yang bekerja malam hari menjalani pola hidup yang ‘terganggu’, karena sistem penerangan saat bekerja di malam hari juga menjadi penyebab kanker. Karena cahaya lampu mampu mengeluarkan melatonin yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker.
Nah, bagaimana dengan Anda, meski ini masih sekedar teori, mungkin ada baiknya mulai berpikir mengurangi kebiasaan bekerja di malam hari.

The Bra Talk

Jangan pernah meremehkan urusan membeli pakaian dalam atau bh. Jangan sampai penampilan luar Anda sudah sangat cantik dan oke, namun ternyata di dalamnya Anda tersiksa karena salah memilih pakaian dalam. Tentu sangat tidak nyaman dan mengurangi kepercayaan diri Anda bukan?
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Angela Ferrara dari Bella Lusso, sebuah perusahaan lingerie dari Irlandia, mengatakan 99% perempuan yang ia ukur memakai bra dengan ukuran yang salah. Lalu bagaimana kita tahu apakah ukuran yang kita gunakan sudah tepat atau belum? Jika Anda menemukan bilur merah pada sekeliling payudara dan bahu setelah memakai bra, berarti yang Anda kenakan tidak pas ukurannya.
Masalahnya, banyak perempuan yang merasa tidak pasti dengan ukuran bra mereka. Solusinya adalah, ketika Anda membeli bra, cobalah dulu untuk mendapatkan ukuran dan model yang sesuai. Bahkan ketika Anda tahu bahwa itu adalah nomor yang tepat untuk Anda, tetaplah coba dulu sebelum Anda membelinya. Terkadang, walaupun ukuran sudah tepat, namun seringkali ukuran dan bentuk cup tidak sama. Jika demikian, maka itu akan membuat Anda merasa tidak nyaman.
Atau jika tali pengikat bra bagian belakang menjadi naik ke atas, itu berarti bra yang Anda gunakan sudah longgar atau kebesaran. Dan jika tali tersebut seringkali jatuh dari bahu Anda, itu artinya terlalu longgar atau memang kebesaran.
Jangan pernah meremehkan penggunaan bra dengan ukuran yang salah. Ukuran yang salah bukan hanya dapat menyebabkan bilur-bulur merah dan lecet, tetapi juga akan mengubah bentuk dan tampilan payudara Anda. Bukannya tidak mungkin payudara malah akan tampak lebih tua, turun, keriput atau tidak proporsional.
Menjaga penampilan tidak hanya melalui pakaian luar yang Anda kenakan, tetapi juga pakaian dalam. Tentu tidak menyenangkan ketika Anda sudah berusaha tampil cantik, namun Anda tidak merasa nyaman di dalam, atau bahkan payudara Anda menjadi korban ukuran bra yang salah. Be careful, ladies!