Minggu, 07 September 2008

antara aQ dan diriku


kadang aQ berfikir dan bertanya ap smua ini sebuah kesalahan???
aQ sangat percaya bahwa Tuhan memberiku kesempatan sampai pada posisis ini bukan untuk meninggalkanku,..,
Tapi kenapa pertanyaan itu masih saja muncul??
aQ mulai bertanya, sebenarnya apa yang harus aQ lakukan agar keluar dari keadaan ini, penyesalan atas kesalahan yang pernah aQ lakukan,.., yach meskipun itu sepenuhnya bukan kesalahanku, tapi yang pasti kesalahan itu sudah sangat besar berpengaru pada kehidupanku saat ini, kesalahan itu yang membuat aQ berada dalam posisi ini,..,
aQ merasa bertahan diatas kesalahan itu, aQ mulai memutar otak dan bertanya, seandainya kesalahan itu tidak pernah aQ lakukan apa mungkin sekarang aQ masih bertahan pada posisi yang seperti ini atau malah aQ akan pergi jauh - jauh dan mengubur smua hal yang sudah aQ alami,..,
Penyesalan.,penyesalan dan lagi - lagi penyesalan, satu kata yang sudah sejak lama aQ benci tapi kenapa kata itu justru selalu hadir saat ak mulai bangkit., semua orang tau bahwa tidak ada gunanya menyesali apa pun yang sudah terjadi namun hingga saat ini aQ masih saja terjebak pada satu kata “PENYESALAN” yach., penyesalan atas satu kesalahan bodoh yang sudah aQ lakukan dan kesalahan itu terus saja membuat hidupku semakin jatuh tanpa aQ punya kekuatan untuk kembali bangkit!










film horor VS film percintaan

akhr2 ini dunia perfilman khususnya di Indonesia emg semakin berkembang,…,
ets,…,tp kali ini benar2 berkembang atau malah jd ajang pembodohan dan bisnis meraih keuntungan y??
kalo kita dateng ke bioskop, film2 Indonesia selalu di dominasi dengan masalah percintaan atau horor, bahkan cerita2 dari film tersebut justru banyak yang terkesan berlebihan,…,
kalo film horornya pasti dibuat seakan2 sangat menyeramkan, seakan2 smuanya terkesan tidak logis, padahal terkadang cerita yang diangkat hanya sebatas mitos atau bahkan hanya sebatas cerita yang dikarang oleh manusia saja, sementara itu disisi yang berbeda, film2 percintaan selalu dibuat seakan2 yang namanya cinta itu indah, isinya kalo orang pacaran hanya senang2 atau bahkan ada yang mengangkat bahwa smua hanya dengan modal cinta, kalo tidak y yang ada isinya susah aj, nangis aj, seakan2 cinta itu menyedihkan, ap yg seperti ini namanya bukan pembodohan moralitas bangsa????
padahal Qta saat ini sudah hidup ddunia modern, tp knp pikiran kita msh tdk modern??
siapa blg cinta itu selalu menyedihkan, siapa bilang cinta itu selalu indah?? ada kalanya cinta itu indah tp ada kalanya cinta itu menyedihkan tp yang pasti kita juga harus realistis, ap ia nikah cuman modal cinta?? ap ia kalo kita laper trz bakal kenyang hanya dengan mkn cinta????
atau ap ia kalo setiap saat hidup kita slalu berisi horor????
hidup trz berjln, jgn mau dbodohi dengan film2 yg tidak bermutu???
insan perfilman punya andil penting jg terhadap moralitas bangsa, jgn cuman mau ambl untung tp g mau tanggung jwb terhadap dampak yang terjadi.,moral dr bangsa ini sudah semakin bejat, alangkah lebih bijaksana bila perfilman di Indonesia ikut andil dalam memperbaiki moral itu dan bukan justru memperparah moral itu.
SMANGAT!!!!
SUKSES BUAT PERFILMAN INDONESIA.

hidup dalam kemunafikan atau merdeka tapi terasingkan?? pilih mana??


mow pilih mana???
hidup dalam kemunafikan atau merdeka tp terasingkan???
kalo’ saya secara pribadi pilihan itu cukup berat bagi saya,…,
saya sebenarnya lebih memilih untuk merdeka tp terasingkan, hanya saja saat ini saya berada dalam kondisi dan situasi yang saya sendiri merasa tidak nyaman, saya dituntut untuk menjadi sosok yang munafik untuk menyelesaikan study saya,meskipun itu bertentangan dengan hati nurani saya. saya tidak punya kekuatan untuk melawan kondisi ini, saya belum mampu untuk terasingkan, namun saya juga lelah kalau harus ikut menjadi seorang yang munafik,..,
tapi disisi lain saya harus menyelesaikan study saya, karena itu merupakan hutang saya pada orang tua saya,…,
terkadang saya ingin teriak dan menjerit pada situasi dan kondisi ini, tp toh smua akan sia2 saja, saya bukan siapa2 yang bisa merubah dunia ini menjadi lebih indah. saya juga bukan seorang GIE yang sangat berani.
dan akhirnya saya sadar, tidak akan bisa terjadi perubahan hanya dengan mengeluh, saat ini yang bisa saya lakukan adalah independent, saya berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengikuti arus yang ada, saya sadar independent memang bukan solusi terbaik tapi saya cukup sadar bahwa independent adalah cara terbaik bagi diri saya.meskipun saya sadar itu adalah pilihan yang berat juga tp saya tidak peduli kalau harus dinilai menjadi orang yang egois, saya lebih memilih menjadi orang yang egois dari pada terkungkung dalam limbah kemunafikan!!
Lalu bagaimana dengan anda??
mau pilih mana??