Kamis, 11 September 2008

selamat jalan "mbah kakung"

hari ini menjadi salah satu hari yang penting untuk saya.
hari ini salah seorang yang saya sayangi pergi meninggalkan saya dan keluarga besar saya untuk selamanya.
rasanya sedih dan sangat kehilangan, tapi disisi lain saya juga bahagia karena eyang kakung saya atau yang lebih akrab saya panggil mbah kakung dipanggil yang Kuaasa tepat pada bulan puasa.
dibalik kepergian beliau ada satu rasa sesal yang sara rasakan.
lebaran tahun lalu mbah kakung tak seperti biasanya, dia memberikan saya 2 gepok plastik yang berisi uang koin 500rupiah sebanyak 20 ribu.
waktu itu memang tak seperti biasanya, ndak pernah mbak kakung saya memberikan uang koin kepada saya, tapi yang membuat saya sangat menyesal adalah uang koin itu udah ndak ada lagi, uang koin itu sudah habis terpakai saat saya membutuhkan recehan atau uang koin, menyesal sekali saya gunakan uang itu tapi yach apa boleh buat smua toh sudah terjadi.
selamat jalan mbah kakung, doaku selalu menyertaimu, semoga kau diterima disisiNya, diberikan tempat terbaik disisiNya dan diampuni semua dosa - dosanya, AMIN,..,
wita sayang mbah kakung!

mencari secerca harapan bersama ica,.

malan ini kami sempat menyatroni sebuah warnet didaerah "atas".
begitu kami masuk salah satu bilik warnet tiba - tiba bau tak sedap menyambut kami, setelah kami berusaha mencari sumber bau tersebut, ternyata disudut bilik terdapat sececer "kotoran" manusia, spontan kami berdua kaget, kami saling pandang tak jelas dan dalam hati berkata, "warnet ini benar - benar tempat mesum".
setelah beberapa lama kami beradaptasi dengan bau tak sedap, kami lantas memutuskan untuk mencari informasi baru kepada penjaga warnet tentang "banyak hal" yang kami butuhkan, perbincangan mulai berjalan dengan sangat hangat hingga akhrnya penjaga tersebut nampak curiga pada kami, tak lama kemudian satu teman penjaga baru datang dan berusaha mengalihkan pembicaraan kami.
dengan bau alkohol yang cukup menyengat dari teman penjaga warnet yang tiba - tiba datang itu, mendadak kami merasa cukup takut ditambah lagi pembicaraan teman penjaga warnet itu mulai mengarah pada hal - hal porno, bahkan teman penjaga warnet itu berkali - kali dengan basa - basi mencoba mengajak kami mencoba berhubungan badan didalam bilik warnet, dalam hati saya hanya bisa berkata, "y Allah help me!!"
dengan nyali yang terus terkikis akhirnya kami memutuskan untuk turun gunung dan menyandrongi warnet yang berbeda, namun masih dengan tujuan yang sama, mencari info yang kami butuhkan untuk presentasi esok pagi.
malam sudah mulai bergeser pagi, jam setengah tiga dini hari kami masih terus berusaha mencari secerca harapan.
dengan perut yang kian melilit kami berusaha mencari sesuap nasi, yach lagi - lagi dengan dana yang sangat minim tapi kami laksana orang kaya yang makan mewah disebuah cafe warnet didaerah pusat kota.